Skip to content

Euclidean dalam Origami dan Arsitektur

Sejak berada di bangku sekolah dasar kita telah diperkenalkan dengan bentuk-bentuk bangun dasar sederhana seperti segitiga, persegi, persegi panjang dan lain-lain. Bangun datar tersebut dapat dibentuk dengan  menggunakan penggaris dan jangka yang disebut dengan konstruksi Euclid. Selain menggunakan penggaris dan jangka, dapat pula dengan menggunakan kertas dengan cara melipat-lipatnya yang dikenal dengan seni origami.

Origami merupakan seni melipat kertas yang berasal dari Jepang. Origami, berasal dari kata oru -to fold, melipat; dan kami -paper, kertas. Hal yang menarik adalah origami dapat dipandang sebagai representasi dari bentuk-bentuk euclid yang kita pelajari dalam matematika. Bahkan bapak origami Akira Yoshizawa sendiri juga mengajarkan geometri melalui origami.

Dalam seni origami, garis lurus menjadi sebuah lipatan. Dengan membandingkan lipatan pada origami sebagai sebagai bentuk pencerminan, maka didapat hubungan antara origami dan konstruksi euclid. Apakah hubungan origami dengan bentuk-bentuk dari konstruksi Euclid?

Dalam origami dikenal istilah diagram, yaitu urutan cara melipat sehingga didapatkan hasil tertentu. Misalnya bagaimana urutan membuat origami pinguin seperti pada gambar di bawah ini.

Dalam urutan melipat kertas menjadi bentuk pinguin ini, langkah pertama adalah membuat segitiga siku-siku dengan melipat secara diagonal kertas origami. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa origami merupakan representasi dari konstruksi euclid,  maka dari gambar tersebut dapat terlihat bahwa membuat bentuk seperti pinguin diawali dengan membentuk sebuah bangun datar sederhana berupa segitiga siku-siku yang merupakan salah satu bentuk euclidean yang pada mulanya dibuat menggunakan penggaris dan jangka.

Lalu bagaimanakah hubungan bentuk-bentuk euclid melalui origami ini dengan arsitektur?

Ide dari seni origami ini adalah mengubah bentuk 2 dimensi menjadi bentuk 3 dimensi. Salah satu unsur yang mendasar dari origami adalah melipat. Folding atau melipat dalam arsitektur merupakan sebuah perlakuan pada suatu material (biasanya kertas) yang mengakibatkan perubahan bentuk pada material tersebut. Para arsitek biasanya menggunakan teknik origami ini untuk mengeksplorasi geometri dan keindahan. Dengan cara demikian didapatkan sebuah bentuk 3 dimensional yang mebentuk sebuah ruang yang kemudian mereka aplikasikan ke dalam ruang yang didesain. Bentuk-bentuk yang kemudian ditemukan sebenarnya tidak lepas dari bentuk-bentuk sederhana euclid yang berupa segitiga, persegi, ataupun persegi panjang yang kemudian mengalami modifikasi bentuk sehingga tercipta bentuk lain dengan memperhitungkan sisi estetisnya.

Berikut adalah contoh-contoh pengaplikasian origami dalam arsitektur. Seperti terlihat di gambar, bentuk-bentuk dasar euclidean masih terlihat dalam desainnya.

Image

West Coast Pavilion, Elena Manferdini, Beijing
http://sylviehagens.wordpress.com/page/14/

 

 

sumber:

http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._MATEMATIKA/196009011987032-DIAN_USDIYANA/Memahami_Bentuk_Aljabar_Melalui_Origami.pdf

http://www.cut-the-knot.org/pythagoras/PaperFolding/index.shtml

http://arsitektur.net/2008-2/origami-folding-topologi

Originally posted on I N F I N I T Y:

Transition – an in between state, in Architecture defined as the connecting space between two confined spaces. Architectural spaces are incomplete without transition spaces. Transition spaces have been always an interesting topic for me. My  friend Rupali and I actually had presented a seminar on Transition Spaces in Hindu Temple Complex. We concentrated more on the psycological and physicl transition of a person

3

“Architectural spaces that envelop us like a physical presence, simple and dense, defying description imitation and photography. . . . universal, yet present. The exterior is simple leading to greater levels of mystery surprise and memory, creating poetic changes of light and shade . . . guiding us through its spaces . . . .”

Alvarso Siz on Mexican Architecture

The inclusion of transitional and circulation spaces, in the form of corridors, draught lobbies, atriums and stairwells, is unavoidable in the design of most non-domestic buildings…

View original 980 more words

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.